Yang Melintas

Friday, July 25, 2008

Jadwal KRL Dari dan Ke Stasiun Pondok Ranji (Bintaro)



(revisi 26 Juli 2008)

Dengan terbangunnya jalur ganda rel kereta api Serpong-Jakarta, frekuensi perjalanan KA yang melintasi jalur ini semakin bertambah, termasuk perjalanan dengan gerbong yang nyaman (ber-AC). Alternatif transportasi dari dan ke Bintaro yang cepat, nyaman, dan terjangkau menjadi bertambah. Mereka yang beraktifitas di sekitar Sudirman-Kuningan dan bertempat tinggal di Bintaro tentu terbantu dengan ketersediaan kereta api ini.

Lintas Serpong-Jakarta serta lintasan lainnya di wilayah Jabodetabek berada di bawah tanggung jawab PT. Kereta Api (persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek. PT. Kereta Api Divisi Jabotabek juga meningkatkan pelayanannya, antara lain dengan memberikan informasi yang lebih luas dan jelas kepada pengguna kereta api, yaitu melalui situs web http://www.krljabotabek.co.id. Petugas di call center pun (021 - 380 7777) cukup baik menjawab pertanyaan penelepon.

Selama ini, pengalaman berkereta-api saya terbatas pada stasiun-stasiun Pondok Ranji (stasiun terdekat dari rumah), Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, dan Universitas Indonesia. Berdasarkan informasi jadwal perjalanan kereta api yang ada di situs web KRL Jabotabek, saya membuat tabel jadwal perjalanan KRL dari dan ke stasiun Pondok Ranji untuk stasiun-stasiun Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, dan UI. Dari tabel tersebut, dapat dilihat berbagai alternatif KRL yang dapat digunakan dari Bintaro (baca Pondok Ranji) jika hendak ke Jakarta (baca Tanah Abang, Sudirman, Manggarai). Sebaliknya, jika pulang dari UI/Depok atau Manggarai dapat dilihat jadwal KRL ke Tanah Abang dan KRL lanjutan ke Serpong dari Tanah Abang. Catatan: font warna merah menunjukkan KRL tidak beroperasi pada hari Sabtu/Minggu/libur.

Saturday, December 22, 2007

Ibu - Pekerja Penuh Waktu 24-365

Pekerjaan rumah tangga saja adalah pekerjaan yang tidak henti-hentinya sepanjang hari, sepanjang tahun. Pekerjaan yang sama berulang dari waktu ke waktu setiap hari. Menyita waktu, menyita tenaga, menyita pikiran. Itu kalau pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri. Dan biasanya pekerjaan rumah tangga dibebankan kepada Ibu.

Jika ada anak-anak di rumah, pekerjaan rumah tangga bertambah dengan pekerjaan menjadi orang tua: mengurus anak, memantau kegiatan mereka, dan memberi teladan yang baik. Kalau sang anak gampang diurus, kalau tidak.. Lagi-lagi, biasanya porsi Ibu lebih besar dalam mengurus anak.

Jika Ibu bekerja, beban Ibu bertambah dengan tugas-tugas di pekerjaannya.

Seringkali ditulis Ibu bekerja menghadapi dilema antara kantor dan rumah. Sesungguhnya Ibu bekerja harus menyediakan waktu tidak saja untuk rumah dan kantor tetapi juga waktu untuk diri sendiri.

Meskipun ada PRT yang membantu pelaksanaan pekerjaan rumah tangga dan pengurusan anak, Ibu tetap harus merencanakan, memantau, dan mengendalikan pekerjaan tersebut. Pekerjaan Ibu menjadikan Ayah "lebih tenang" melaksanakan tugas kantornya.

Dan ternyata, meskipun pekerjaan rumah tangga dialihkan ke PRT dan anak-anak sudah dewasa, "pekerjaan" Ibu masih berlanjut. Setidaknya itu yang saya alami dengan Ibu saya. Ibu adalah tempat bermanja, dengan meneguk teh atau kopi racikannya ketika saya mengunjungi beliau. Betapa beruntungnya saya!

Terima kasih Ibu.

Selamat hari Ibu untuk semua Ibu.

Wednesday, April 11, 2007

USM ITB Terpusat 2 dan 3 Juni 2007

Ujian Saringan Masuk Institut Teknologi Bandung (USM ITB) Terpusat akan diadakan pada tanggal 2 dan 3 Juni 2007. Formulir sudah dapat dibeli sejak 9 April 2007. Karena tempat terbatas, formulir dibatasi hanya sebanyak 4500. Info lengkap silakan klik http://www.itb.ac.id.

Tuesday, April 03, 2007

5 April 2007 18:00 Pengumuman Hasil USM ITB 2007 Di Daerah

Pengumuman hasil USM ITB di Daerah akan ditayangkan di website ITB (http://www.itb.ac.id) tanggal 5 April 2007 mulai jam 18.00.

Sunday, March 25, 2007

One Laptop Per Representative (OLPR) dan One Laptop Per Child (OLPC)

Pada tahun anggaran 2007 ini DPR-RI mendapat anggaran Rp 12,1 milyar untuk pengadaan 550 unit laptop @ Rp 21 juta. Spesifikasi laptop tersebut adalah layar 12 inch, 2 prosesor, dan berat kurang dari 2 kg.

Pengadaan laptop tersebut disinyalir untuk dibagikan kepada anggota Dewan. Namun kemudian, muncul penjelasan bahwa laptop tersebut adalah barang inventarisasi dan harus dikembalikan jika masa kerja anggota Dewan berakhir. Selanjutnya, muncul penjelasan bahwa laptop tersebut adalah untuk para staf ahli.

Selain laptop DPR, pada saat ini sedang dikonsultasikan kepada Departemen Keuangan mengenai laptop untuk DPD dengan harga per unit yang lebih rendah, yaitu Rp 19,5 juta. Dijelaskan bahwa pengadaan laptop DPD ini adalah melanjutkan pengadaan tahun yang lalu. Jika tahun anggaran yang lalu sudah dilaksanakan pengadaan 32 unit laptop, yaitu masing-masing provinsi 1 laptop, maka tahun ini dilaksanakan pengadaan laptop agar setiap anggota DPD mendapat 1 laptop (jadi 96 unit lagi?).

Pengadaan satu laptop untuk setiap anggota Dewan (One Laptop Per Representative atau OLPR) ini sangat kontras dengan pengadaan satu laptop untuk setiap anak (One Laptop Per Child atau OLPC). Di saat konsep OLPC diragukan dapat diterapkan di Indonesia (lihat Satu Laptop Ramai-Ramai di blog #direktif oleh Ikhlasul Amal), OLPR dapat terlaksana dengan mudah, walaupun dengan harga per unit yang mahal. Bandingkan OLPR yang Rp 21 juta dengan OLPC yang US$ 100, berapa kali lipat?

Sebenarnya, seberapa pentingkah penggunaan laptop bagi penunjang kegiatan anggota Dewan atau DPD? Jika memang dirasakan penting, apakah pengadaannya harus 1 orang 1 laptop? Tidak bisakah para anggota Dewan saling berbagi, misalnya penggunaan laptop per komisi, atau per faksi, atau per apalah yang pengelolaannya dirasakan paling tepat dan mudah. Kemudian bagi anggota DPD, tidak cukupkah 1 laptop per propinsi? Apakah laptop ini digunakan setiap saat? Jika tidak, bagaimana kalau menyewa saja pada waktu diperlukan? Dengan demikian, pengadaan laptop dapat dikurangi, anggaran dapat dihemat, dan jika memungkinkan dialihkan untuk pengadaan laptop anak-anak di pelosok Indonesia.

Lagipula, tanpa program OLPR, setiap anggota Dewan dapat dipastikan mampu membeli laptop pribadi. Sedangkan tanpa program OLPC, tidak setiap anak Indonesia dapat mencicipi laptop. Akan lebih penting bagi bangsa Indonesia untuk melakukan investasi laptop pada anak-anak yang tidak mampu dibandingkan pada anggota DPR dan DPD.

Updated 3 April 2007:
Pengadaan laptop DPR ini kemudian dibatalkan dengan alasan penghematan. Pikir-pikir, mengapa ya saya koq ikutan usil dengan masalah laptop ini? Apa karena iri terpaksa beli laptop sendiri?

Saturday, March 17, 2007

Sumbang Korban Gempa Sumbar Dengan SMS

Ketik SUMBAR kirim ke 7505, berarti anda telah menyumbang Rp 6000 untuk korban bencana gempa Sumbar.

Tuesday, February 13, 2007

Kiat Akrab Dengan Banjir

Banjir sudah surut. Jabodetabek mulai bersih-bersih dan beres-beres rumah kembali dari genangan air dan lumpur.

Ketika banjir datang atau ketika sudah reda, banyak korban banjir berpikiran untuk pindah rumah ke lokasi yang bebas banjir. Tetapi banyak juga yang tidak ingin pindah karena sudah terlanjur betah di rumah yang dihuni sekarang. Nah, termasuk yang tidak ingin pindah tadi adalah teman saya Gatut Widianoko dan keluarganya. Gatut--berdasarkan pengalaman pribadi-- mempunyai tips bagaimana hidup akrab dengan banjir, sebagai berikut: (sumber: posting Gatut di milist ITB'80)

Rumah yang floods friendly:
1. Semua colokan listrik terletak minimal 1,5 m dari lantai.
2. Perabot di lantai dasar rumah semua terbuat dari kayu (dipilih kayu jati yang murah, bukan kayu lapis). Setelah banjir, perabot-perabot kayu ini amat mudah dibersihkan dan tidak bau.
3. Ketinggian lantai dasar rumah dibuat setidaknya 50 cm di atas jalan; ada juga yang 80-100 cm dari jalan. Ini untuk memudahkan pembersihan ketika banjir sudah surut. Tinggal disemprot dengan air PAM.
4. Lantai dasar di bagian belakang dibuat lebih tinggi dari bagian depan sehingga saat banjir surut tinggal disemprot dengan air PAM dan rumah segera bersih kembali. Jangan ada "tanggul" di bagian depan rumah karena akan menyebabkan air menggenangi rumah dan amat susah pembersihannya.
5. Pilih cat tembok yang sedikit mengkilat dan menempel kuat di tembok. (Ada banyak merk kok, tinggal pilih saja). Dengan cat tipe begini, saat terjadi banjir, kotoran tidak bisa menempel di tembok. Jadi membersihkannya amat mudah.

Ketika banjir datang:
1. Cabut seluruh alat listrik ketika banjir mulai melanda, jangan ada alat listrik di lantai dan masih berhubungan dengan sumber listrik.
2. Kenali "perilaku air" saat terjadi hujan. Khusus di daerah rumah Gatut, jika arah air ke kiri, meski di jalan depan rumah air sudah naik setinggi lutut, air akan surut segera setelah hujan reda. Tetapi jika arah air ke kanan, maka ini pertanda akan terjadi banjir besar, dan segera "evakuasi" barang-barang penting, alat-alat dapur, baju-baju, diangkat ke lantai-2, sedangkan mobil segera diungsikan ke tempat tinggi.
3. Jangan lupa, siapkan "dapur sementara" saat mengungsi di lantai 2 (kalau ada).
4. Siapkan lampu teplok (dari minyak tanah), sebab di saat banjir listrik pasti dipadamkan. Atau sediakan lilin secukupnya (bisa seminggu lho).
5. Pindahkan alat-alat dapur ke atas (lantai 2?), ke "dapur temporer".
6. Siapkan batu battery untuk mendengarkan radio agar bisa memonitor keadaan di Bogor, Jakarta, dan sekitarnya.
7. Agar tidak stress, menyanyi-nyanyi bersama keluarga dengan iringan gitar akustik.

Bersih-bersih rumah:
1. Siapkan selang yang cukup panjang agar menjangkau tiap kamar saat dibutuhkan untuk menyemprot kotoran sesudah banjir.
2. Siapkan minimal 2 serok besar yang terbuat dari karet (banyak yang jual kok). Dengan serok karet ini, amat mudah membersihkan lantai dari lumpur banjir.
3. Siapkan beberapa Kanebo dan alat-alat pembersih perabot.
4. Begitu surut, segera semprot semua bagian rumah yang terkena banjir, baik di lantai, perabot, atau di tembok. Jangan tunda, keburu kotoran mengering dan menempel.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang memerlukannya. Dan mudah-mudahan bencana banjir di mana pun di seluruh wilayah Indonesia dapat segera diatasi dan kerugian yang ditimbulkan dapat semakin dikurangi.

Labels: , , ,